Seorang perempuan yang pernah menegur namaku lembut.
Menggandeng tanganku, mengayuh sebuah sepeda keluar gerbang
sekolah bersamaku.
Seorang perempuan yang duduk manis disebuah kursi mungil di
depan rumahku.
Membawa sebuah sepotong roti yang dinikmati bersamaku.
Kamu, dengan rangkaian bunga di genggaman jemarimu.
Memandang nestapa tepat di manik mataku.
Tengah tubuhku layu, tengah tubuhku rapuh oleh penyakit
yang menggebu.
Dengan sebuah selang yang melingkar dibawang hidungku.
Kamu, dengan suara lirih berserta nada yan berlirik
memanjakan telingaku.
Sesaat membuatku tertidur penuh syahdu di pangkuanmu.
Masih dengan sebuah telapak tangan yang menggeserkannya
dikeningku.
Dan masih denganmu...
Seorang perempuan dengan anggunnya tersenyum di hadapanku.
Berjalan pelan dengan gaun yang mempercantik ragamu.
Dengan sebuah bunga yang begitu indah selayak indah harimu.
Masih denganmu..
Seorang perempuan yang dengan getaran merdu instrumental tak bersyair didadaku
Masih denganmu, dengan gerakkan uluran jemarimu yang
mengayun indah memasukan sebuah cincin.
Masih denganmu, dengan pasanganmu yang tengah berbahagia
menerima ratusan tamu.
Masih denganmu, duduk di bangku pelaminan, bersama nikmati
indah hari bahagia berdua.
Masih denganmu, yang ku tatap penuh bahagia
Dengan telapak tangan yang mendorong dadaku kuat, penuh
kesejukkan
Seakan mebuatku sulit bernafas, sejuk yang amat sangat memekik
Seumpama berdiri disampingmu lah bagai berdiri di bawah fajar yang menjingga.
Masih denganmu bersama belahan jiwamu, aku..
Kamu, yang pernah menemaniku lalu bersanding untuk menemani
cintamu, aku..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar