Hidup ini seperti artikel tentang cinta, tanpa cinta hidupmu MAYA, dengan cinta hidupmu NYATA...


Bila tak banyak cerita dalam hidupmu, paling tidak satu telah terukir di atas daun, ini ceritaku, bagaimana ceritamu?

Sabtu, 19 Oktober 2013

Tuhan dan cinta pertama




                “Dulu aku pernah diajak ke tempat ini, oleh cinta pertamaku, Syil” Jane menyeruput kopinya, Jakarta seolah berubah beberapa hari ini, pagi nya seolah membenamkan paras yang biasanya, perlahan menunjukkan bila Jakarta juga mampu bersahabat, dingin di kota ini terkadang membuat Jane lupa bahwa dirinya sedang di kota Jakarta, yang terkenal gersang.

                “Oh ya? Gimana kabar dia?” Syilan tersenyum manis

                “Masih ada, disini” Sahut Jane singkat

                “Disini? Bisa kamu tunjukkan padaku?” Jane tersenyum menatap Syilan, Syilan mengerutkan dahinya “Selama ini kamu ngga pernah cerita siapa cinta pertamamu”

                “Aku sudah bilang, dia ada disini”

                “Dimana aku bisa mendapatkan sosoknya diruang ini?

                “Di kursi paling kiri, dia sedang duduk menunggu seseorang” Syilan mencoba mencari letak kursi itu, namun nihil, tak ada siapapun disana. Syilan masih tercengang, dirinya mulai kebingungan.

                “Hanya tumpukan surat kabar dimeja nya”

                “Dengan kaus biru yang basah karena tampias hujan, dia duduk sendiri dengan sebuah tulip ditangannya, menunggu seseorang yang disebutnya sebagai kesayangan” Jane menatap gelas kopinya, tatapannya dalam menerobos isi cangkir itu. Syilan semakin bingung, dicarinya laki-laki berkaus biru yang tengah basah kuyup dan duduk di kursi paling kiri. Jane tersenyum, matanya terpejam.

                “Jane...”

                “Mana yang akan kamu pilih saat cintamu pergi menemui Tuhanmu? Mengikhlaskannya atau ikut dengannya?” Jane memotong kaliamt Syilan yang belum selesai.

                “Aku? Aku tak pernah ditinggal cintaku, yang aku tahu Tuhan selalu punya manusia yang bias dicinta dan mencintai, tak pernah kehabisan. Dan selalu ada cerita cinta di dunia ini, selalu”

                “Walau pada akhirnya Tuhan juga lah yang meminta cintamu ikut dengan-Nya?

                “Aku ngga paham dengan apa yang kamu bilang, siapa yang menemui Tuhan?

                “Cinta pertamaku”

                “Cinta pertamamu sedang diruangan ini, kan?” Syilan menatap isi ruangan itu lagi, kekagetannya membuyarkan segala logikanya, dirinya terus mencari sosok yang dimaksud oleh Jane.

                “Ada pada lima tahun yang lalu, dia menunggu seorang perempuan yang menyukai tulip, dengan kaus birunya dia duduk disana..” Kalimatnya terpenggal, tatapannya berpindah kea rah kursi kosong itu “Tuhan memilih cinta pertamaku untuk menemani diri-Nya untuk menjagaku dari tempat yang jauh”

                “Kamu percaya dia selalu menjagamu?

                “Percaya , itu sebabnya Tuhan memberiku seseorang seperti suamiku saat ini, Tuhan menggantikan sesuatu yang telah hilang dengan yang lebih indah” Air mata Jane jatuh, tak bisa lagi ditahan dalam pelupuknya “dan Tuhan tahu cara memberikan kenikmatan untuk makhluknya yang ikhlas melepas, Tuhan tak pernah lupa cara membahagiakan makhluknya”

                Syilan hanya bisa diam dalam tatapannya menatap wajah Jane, Jane kembali menatap isi cangkir yang digenggamnya, melihat peristiwa lima tahun lalu. Cinta pertamanya.




Ukie Efandari

Tidak ada komentar:

Posting Komentar